Senin, 09 Maret 2009

kuloners jr.



Irgi Sunat




west junior troops kepa again gather in the orange camp headquarters

kepa kulon gotong royong



anak anak kepa kulon berkerjasama membangun gawang sepak bola di stadion danau tohi, kepa duri mas

pasukan kepa kulon membantu di acara Ondel-ondel pada tanggal 14 februari 2009

Selasa, 27 Januari 2009

Who Budi Stradlin

Budi Stradlin is a dead AA junior high school age, that the descendants of stradlin, Kurt Cobain fans.

profile

P R O F I L E
Di bentuk 09 Juli 1999
Tujuan •
Membentuk rasa persaudaraan dan terjalin nya silaturahmi sesama Pemuda di lingkungan Rw.04 dan sekitarnya. •
Kepa Kulon
merupakan organisasi non formal yang terbentuk tanpa adanya struktur kepengurusan, Kepa Kulon merupakan payung yang menaungi dari perorangan maupun kelompok-kelompok non formal yang sudah ada di wilayah Rw.04 dan sekitarnya. Setiap Individu ataupun kelompok memiliki kedudukan dan hak yang sama, tidak ada perbedaan, jadi dalam Kepa Kulon yang ada hanya Koordinator dalam setiap divisinya.
Bentuk Struktur
Kepengurusan Kepa Kulon mengikuti Semut, dan kemanfaatan Kepa Kulon mengikuti Lebah. SEMUT •
Bila ingin makan berusaha keras, secara sendiri ataupun berkelompok.  Bila beban makanan yang semut bawa terasa berat, sekelompok semut berkumpul untuk sama-sama saling membantu memikulnya. •
Kecerdasan Semut
 Semut menyimpan biji di tempat tinggalnya, semut membelah nya agar tidak tumbuh. Apabila biji tersebut basah dan dikhawatirkan rusak , semut mengeluarkannya dan menjemur nya di bawah terik matahari lalu mengembalikannya lagi ke dalam rumah. • Kehematan Semut  Semut merupakan binatang yang sangat hemat, jika semut memakan tiga biji dalam setahun, karena semut tahu bahwa dalam satu tahun berikut dia tidak akan dapat makan, maka pada tahun ini semut hanya akan memakan satu setengah biji.
LEBAH •
Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an, maka mulia nilainya. Barangsiapa berbicara tentang fiqh, maka akan berkembang kemampuannya. Barangsiapa menulis hadits, maka akan kuat hujjahnya. Barangsiapa mengkaji bahasa, maka akan lembut tabiatnya. Barangsiapa Mengkaji ilmu hitung, maka akan sehat pikiran nya. Barangsiapa tidak menjaga jiwanya, maka ilmunya tidak akan berguna baginya.

P O R F I L E

In the form of
July 09, 1999

Purpose

• Establish a sense of brotherhood and tied it at each other in the Youth Rw.04 and the surrounding environment.
•

Kepa Kulon is a non-formal organization that, without the structure of Management, Kepa Kulon is the umbrella shade from individuals and groups of non-formal existing Rw.04 in the region and surrounding areas. Individuals or groups of each position and have the same rights, there is no difference, so in Kepa Kulon only have a coordinator in each divisions.

Form of Management Structure Kepa Kulon Semut follow, and the expediency Kepa Kulon Bee.

Emmet
• When you want to work hard to eat, or in groups.
 If the burden of food ant take droop, a group of ant gather together to help each other memikulnya.

• Intelligence Semut
 Semut save seeds stay in place, ant that does not split its growth. When the seeds are wet and feared damaged, removing the ant and its season under the blazing sun ago to restore it again in the home.


• frugality Semut
 Semut animals is a very sparingly, if ant eat three seeds in a year, because the ant know that in the following year he will not be able to eat, the ant in this year will only take one and a half seeds.

Bee
•
He learned Al-Qur'an, the noble value.
He talked about the fiqh, they will develop abilities.

Whoever write hadith, it will be strong hujjahnya.
He reviews the language, it will be soft tabiatnya.

Whoever Review arithmetic, then it will be healthy mind.
Whoever does not keep one's soul, then the knowledge will not be useful for him.
Indonesian

>
English

swap
Translate

Suggest a better translation
Thank you for contributing your translation suggestion to Google Translate.
We'll use your suggestion to improve translation quality in future updates to our system. P O R F I L E

In the form of
July 09, 1999

Purpose

• Establish a sense of brotherhood and tied it at each other in the Youth Rw.04 and the surrounding environment.
•

Kepa Kulon is a non-formal organization that, without the structure of Management, Kepa Kulon is the umbrella shade from individuals and groups of non-formal existing Rw.04 in the region and surrounding areas. Individuals or groups of each position and have the same rights, there is no difference, so in Kepa Kulon only have a coordinator in each divisions.

Form of Management Structure Kepa Kulon Semut follow, and the expediency Kepa Kulon Bee.

Emmet
• When you want to work hard to eat, or in groups.
 If the burden of food ant take droop, a group of ant gather together to help each other memikulnya.

• Intelligence Semut
 Semut save seeds stay in place, ant that does not split its growth. When the seeds are wet and feared damaged, removing the ant and its season under the blazing sun ago to restore it again in the home.


• frugality Semut
 Semut animals is a very sparingly, if ant eat three seeds in a year, because the ant know that in the following year he will not be able to eat, the ant in this year will only take one and a half seeds.

Bee
•
He learned Al-Qur'an, the noble value.
He talked about the fiqh, they will develop abilities.

Whoever write hadith, it will be strong hujjahnya.
He reviews the language, it will be soft tabiatnya.

Whoever Review arithmetic, then it will be healthy mind.
Whoever does not keep one's soul, then the knowledge will not be useful for him.

Situ Gunung 08 Oktober 2008 ( Budi Stradlin & Friend's)





Budi Stradlin and friends for the first time camper to go to the mountain lake mountain sukabumi. they are a junior team from the west kepa (Kepa Kulon) adventure team. here are some photos
Indonesian
At the front is Amat Dompel Alias achamad Syaiful, wearing the blue shirt

Sabtu, 29 November 2008

anak negeri





Langit kepa kulon


LANGIT KEPA KULON
(Mei - Agustus 2008)

Pemanfaatan angin dibulan-bulan ini untuk kesenangan bermain anak-anak, orang dewasa, dan siapa saja yang suka bermain layang-layang. Pada musim ini banyak dimainkan jenis Layangan Koangan.
Penyebutan layangan koangan dikarenakan layangan ini menimbulkan bunyi (koaaaaaaang) pada saat dimainkan. Bunyi tersebut ditimbulkan dari komponen layangan bagian atas yang berbentuk busur, sumber bunyi dari Daun aren ( Pembungkus Lepet). Sekarang ini daun aren sudah banyak diganti dengan pita.



JENIS LAYANG-LAYANG

Layang-layang (Layangan) yang dikenal di Kepa Kulon secara umum dan turun temurun ada dua jenis: 1. Layangan Koangan Dadar dan 2. Layangan Koangan Kulang – Kalung. Perbedaan dadar dan kulang kalung pada buntut panjang yang terdapat pada kulang kalung.

Senin, 28 Juli 2008

sore di Kepa Kulon {Asia Baru}


PASAR KAGET

pEDAGANG Kaki Lima yang berkumpul membentuk komunitas sendiri membuka dan menggelar barang dagangannya dari jam 2 siang sampai 5 sore setiap harinya. dan juga setiap malam dihari jum'at dan Minggu.

Rabu, 09 Juli 2008

HIKMAH DAN MANFAAT GUNUNG


HIKMAH DAN MANFAAT GUNUNG

 Persediaan Air Minum
 Tempat Kediaman Manusia dan Hewan
 Barang Tambang
 Mengurangi Kecepatan Angin
 Penghalau Banjir
 Tanda/Rambu
 Tanaman
 Benteng
 Balok yang Membuat Bumi Tidak Berguncang


Sekarang renungkanlah hikmah gunung-gunung yang disangka orang yang bodoh hanya sekedar aksesoris bumi, tidak penting. Padahal di gunung terdapat banyak manfaat yang tidak terhitung kecuali oleh penciptanya. Dalam hadits riwayat Muslim tentang masuk Islamnya Dhamam bin Tsa’labah dikisahkan, ia bertanya kepada Rasulullah SAW., “Demi Tuhan yang telah menancapkan gunung-gunung dan meletakkan di sana berbagai manfaat, apakah Allah SWT. yang telah memerintahkan engkau ini dan itu?” jawab beliau, “Benar”.

Dia antara manfaat gunung-gunung: salju turun di sana, mengendap di kantong-kantongnya, menjadi persediaan air minum manusia sampai saatnya salju habis. Ia ada di sana, lalu mencair sedikit demi sedikit. Kemudian terbentuklah aliran deras, mengaliri sungai dan lembah, sehingga padang rumput dan rawa-rawa ditumbuhi berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, dan obat-obatan yang tidak ada yang menyamainya di tanah datar dan pasir. Kalau tidak ada gunung, tentu saja salju akan turun di permukaan bumi, langsung mencair seluruhnya dan lenyap. Ditambah lagi mencairnya salju itu secara total menimbulkan aliran besar sehingga merusak tempat yang dilaluinya, dan menimbulkan mudarat pada manusia yang tidak mungkin dihindari.

Di antara manfaatnya juga, gua-gua yang terdapat di puncak dan lerengnya. Gua-gua itu seperti benteng yang kokoh, juga menjadi tempat kediaman manusia dan hewan.
Manfaat selanjutnya adalah batu-batunya yang dapat dipahat untuk bahan berbagai macam bangunan, juga dapat dipakai untuk alat penggilingan dan sebagainya. Termasuk manfaat gunung pula, adanya bermacam barang tambang seperti Emas, Perak, Besi, Perunggu, Tembaga, dan masih banyak lagi lainnya yang tidak dapat diketahu manusia secara detail. Sampai-sampai di sana terdapat satu barang tambang yang nilainya jauh lebih besar jika dibandingkan nilai Emas. Masih ada manfaat yang diketahui selain oleh penciptanya.

Gunung juga berfungsi menolak angin badai dan mengurangi kencangnya. Gunung tidak membiarkan angin menghantam apa yang ada di lerengnya. Oleh karena itu, orang-orang yang tinggal di kaki gunung aman dari ancaman badai yang berbahaya.

Gunung juga menghalau banjir apabila gunung itu berada di saluran banjir, membelah alirannya ke samping kiri dan kanan. Juga, gunung menjadi tanda untuk mengetahui arah jalan. Ia seperti tanda/rambu yang dipasang sebagai petunjuk jalan. Oleh karena itu, Allah SWT menamainya Al-a’laam (Tanda-tanda). Allah berfirman,

” Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.” (asy-Syuuraa: 32)

Al-Jawaari artinya kapal-kapal, sedang al-a’laam artinya gunung-gunung. Bentuk tunggalnya : ’alam.

Jadi, gunung dinamakan ’alam, yang berasal dari kata ’alamaah (tanda).

Gunung juga bermanfaat karena adanya tanaman obat yang hanya tumbuh di sana, dan tidak terdapat di tanah datar atau berpasir. Sebaliknya, sebagian tanaman yang tumbuh di tanah datar dan pasir tidak ada jenisnya yang tumbuh di gunung-gunung. Masing-masing ounya manfaat dan hikmah yang hanya diketahui Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Tahu.

Gunung juga berfungsi sebagai benteng dari musuh. Hamba-hamba Allah SWT dapat berlindung di sana dari serangan musuh-musuh mereka seperti berlindung di dalam benteng buatan. Bahkan, gunung lebih kokoh dan kuat dari pada kebanyakan benteng dan kota-kota.

Di antara manfaat gunung pula, seperti dinyatakan Allah SWT, bahwa Dia menjadikannya sebagai balok yang membuat bumi tidak berguncang. Dan, alangkah besarnya manfaat ini.

Demikianlah ..............
Apabila anda perhatikan bentuknya yang memukau itu, anda lihat sesuai benar dengan hikmah gunung itu sendiri. Seandainya gunung itu tinggi dan tipis seperti dinding, tentu tidak dapat didaki dan dimanfaatkan. Kalau gunung seperti ini, pasti akan menghalangi sinar matahari dan tiupan angin sehingga manusia tidak dapat memanfaatkannya. Apabila ia dibuat terhampar di permukaan bumi, tentu akan menyempitkan tanah pertanian dan tempat tinggal manusia, dan pasti menutupi dataran rendah. Juga manusia tidak dapat menjadikan gua-guanya sebagai benteng dan tempat tinggal, di samping tidak menghalu angin dan tidak menolak banjir. Kalau dijadikan bulat seperti bentuk bola, mereka tidak dapat mendakinya dan tidak dapat memanfaatkannya secara maksimal. Bentuk yang paling pas dengan mslahat adalah bentuk yang ada sekarang ini.

Allah SWT menyeru kita agar merenungkan dan memperhatikan keadaan gunung-gunung. Dia berfirman,
”Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan.” (al-Ghaasyiyah:17-19)

Bentuk dan manfaat gunung adalah sebagian dari bukti atas kekuasaan, ilmu, hikmah, dan keesaan Tuhan Sang Pencipta. Di samping itu, gunung-gunung bertasbih kepada Tuhannya, khusyu, sujud, terbelah dan meluncur jatuh karena takut kepada-Nya1.
Gununglah yang takut kepada Tuhannya meski dia amat kuat dan besar. Gunung takut memegang amanah ketika ditawarkan kepadanya. Diantaranya, gunung tempat Allah SWT berbicara dengan Musa; gunung yang Allah hendak menampakkan diri padanya sehingga hancur lebur; gunung yang dicintai oleh Rasulullah dan para sahabat2. Juga dua gunung yang dijadikan Allah SWT sebagai pagar atas nabi-Nya, Shafa di ujung dan Marwah di ujung yang lain, serta Dia mensyariatkan Sai antara kedua bukit tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu manasik haji. Ada pula Jabal (Gunung) Rahmah yang di atasnya terdapat padang Arafah. Betapa banyak dosa terampuni di sana. Betapa banyak kesalahan dimaafkan, hajat terpenuhi, karunia bertambah, kesulitan terpecahkan, kesengsaraan terhapus, dan kebahagian diperoleh. Dialah gunung yang dikhususkan buat para pendatang yang mulia itu, yang datang dari segala penjuru yang jauh dengan tunduk kepada Tuhan Mereka, khusyu kepada keagungan dan kemuliaan-Nya --- dengan rambut-rambut kusut dan wajah berdebu. Mereka mewmohon pengampunan dosa dan pemenuhan hajat kepada-Nya, dan Dia mendekat kepada mereka, membanggakan mereka kepada malaikat.

Ada pula gunung Hira’ yang dahulu Rasulullah Saw. pernah berkhalwat di sana hingga Allah SWT memuliakan beliau untuk mengemban risalah-Nya ketika beliau berada di guanya. Dialah gunung yang terpancar darinya cahaya ke seluruh penjuru dunia. Dia pantas berbangga di hadapan gunung-gunung lain. Maha Suci Allah SWT yang mengkhususkan rahmat dan karunia-Nya kepada gunung-gunung dan manusia yang dikehendaki.

Dia menjadikan sebagian gunung itu seperti besi sembrani, menarik hati manusia untuk datang dan merindukannya, ingin kesana setiap kali namanya disebut. Ini sebagaimana Dia mengkhususkan sebagian manusia mendapat karamah-Nya. Dia menyempurnkan nikmat-Nya atasnya, meletakkan cinta-Nya dan menjadikannya dicintai para malaikat serta seluruh hamba yang beriman, membuat ia diterima di muka bumi di tengah mereka.

Sungguh gununhg-gunung itu tahu bahwa ada waktunya mereka akan meledak menjadi seperti bulu karena begitu dahsyat ledakkannya. Mereka takut dan gentar akan seramnya hari itu, dan mereka menunggu saatnya. Apabila Ummu Darda’ bepergian lalu kebetulan mendaki gunung, ia berkata kepada orang-orang yang bersamanya, ”Apakah gunung-gunung mendengar apa yang dijanjikan Tuhannya?” Salah seorang dari mereka bertanya, ”Apa yang membuat dia mendengar?” Ia menjawab dengan membaca firman-Nya,
”Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, ’Tuhanku akan menghancurkannya (di Hari Kiamat) sehancur-hancurnya). Maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali.’ Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.” (Thaahaa: 105-107)

Demikianlah keadaan gunung-gunung, yang tidak lain adalah batu-batuan keras. Begitulah kelembutannya, dan gentarnya terhadap keagungan Tuhannya. Allah SWT mengabarkan, seandainya kalam-Nya turun kepada gunung-gunung, tentu mereka akan tunduk terpecah-pecah karena takut kepada Allah3. Sangat mengherankan. Apakah segumpal daging (manusia) ini lebih keras dari gunung-gunung itu? Ayat-ayat Allah dibacakan , nama Tuhan disebut, tapi hatinya tidak juga menjadi lembut, tidak khusyu, tidak tobat.

Maka, tidak aneh dan tidak berlawanan dengan hikmah-Nya kalau Allah menciptakan Neraka untuk meleburkan segumpal daging itu karena dia tidak lunak ketika mendengar kalam dan ancaman-Nya. Orang yang di dunia ini hatinya tidak tunduk dan lentur kepada Allah SWT, tidak tobat, tidak mencairkan sukmanya dengan cinta kepada-Nya dan menangis karena takut kepada-Nya, maka silakan bersenang-senang sebentar. Di hadapan orang-orang ini telah disiapkan neraka yang dapat melelehkan apa saja, dan dia akan kembali kepada Tuhan Yang Maha Tahu. Sehingga, dia akhirnya melihat dan tahu bagaimana nasibnya.

1 Al-Baqarah: 74
2 Yaitu gunung Uhud yang disinggung oleh Rasulullah dengan sabda beliau, ”Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita cintai.”(HR Bukhari, Tirmidzi, dan Ahmad)
3 Al-Hasyr:21.
Miftah Darissa’aadah, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah